Frau, sebuah nyanyian lugu penuh misteri

on Kamis, 19 Mei 2011
 



kenapa judulnya begitu? pertama kali saya mendengar permainan piano dan nyanyiannya adalah saat saya duduk di kelas 3 SMA. lagu-lagunya benar-benar menguatkan memori indah dengan mantan saya yang paling spesial.

Bagi kebanyakan musisi, bergabung dengan perusahaan rekaman besar umumnya menjadi pilihan jalan terbaik untuk mencapai puncak prestasi. Melalui major label, kemudahan meraih ketenaran yang berujung pada datangnya kemudahan finansial, menjadi pandangan mainstream. Meskipun kemudian, ada sejumlah kompromi yang harus dijalankan. Namun bagaimana dengan pemikiran para musisi indie?
Dari Jogja, seorang gadis belia mulai menggebrak panggung musik indie nasional lewat harmoni kord-kord piano elektriknya. Frau, pianis solo berdarah campuran Jogja- Jepang Hawaii telah membuat kagum banyak penikmat musik bawah tanah. Lewat sejumlah performa gabungan piano dengan teater atau seni pantomim, Frau dipuji banyak pengamat musik indie sebagai new rising star di musik indie. Frau sendiri juga tidak segan-segan menyebarluaskan karya musiknya secara gratis melalui internet. Baginya, bermusik adalah media penyaluran hobi sekaligus wujud aktualisasi diri, yang tak bisa dibatasi oleh tuntutan-tuntutan atas nama bisnis komersil.nuansa yang akan kita rasakan ketika mendengar karyanya, adalah sebuah ambience, suasana, atmosfir yang akan terbangun dengan sendirinya ketika kita menuju setiap sudut dari karya yang membuat kita hanyut dan ikut berlari bersama pikiran lani (frau)

http://www.youtube.com/watch?v=Gaf2lHkZCSA&feature=related  lagu favorit saya...
http://www.facebook.com/pages/frau



0 komentar:

Poskan Komentar