debu-debu periang

on Rabu, 09 Februari 2011
kita tak pernah tau
apa yang tersembunyi di balik tempat itu
di balik perbukitan yang memeluk angin
yang memeluk mesra para bintang, yang lama kita kagumi

kita hanya nafas-nafas yang terjebak dalam rutinitas dan keterbatasan
kita mandul dalam memahami berbagai rasa suka dan duka
kita buta ketika berkaca
sehingga tak tau ada luka menganga di wajah kita

akulah bukit-bukit yang bernafas
aku bukan gunung
sama sekali bukan

aku adalah belantara dengan hijaunya
aku adalah pemangsa yang membunuh
aku adalah daun-daun yang basah pagi tadi
aku adalah nyawa dari detak-detak setiap kedatangan
aku adalah nada dari gemerisik air hujan

aku adalah debu
aku adalah jiwa yang terbang bersama angin
angin yang kau kenal baik dan kita fahami asalnya
kita sama-sama bodoh
terjebak diantara anjing-anjing yang berlarian


kau atau aku yang berdosa
kita sama-sama bodoh
dalam hal apapun
apapun
kecuali ini
cinta

0 komentar:

Poskan Komentar