cinta di senja kelam

on Senin, 28 Juni 2010
lelah, berdiri diantara jejak yang aku tak mampu menghapusnya.
sakit.. sungguh menyakitkan ketika malam menjadi penjara penyiksaan dalam hidup
ketikan tujuan menjadi semakin buram dan menghablur

sajak tentang cinta seperti dedaunan di kala senja
senja yang kejam
siap membunuh dengan berbagai senjatanya
dia siap membunuhku
dia rasa rindu

oh ternyata bukan
hatiku terus berteriak iya
terus saja mengaduh hingga setan berlarian
kadang nafas ini berat
terlalu berat untuk kutari dan terlalu mudah lari dari dadaku

sang angin berbisik mesra pada bunga di taman
sudahkah kau mencium aromaku
sudahkah kau tersenyum pagi ini
sang angin terus memeluk erat bunga itu
semesra yang kita tau di layar khayalan kita


kalau detikku jauh
begitu jauh di balik agungnya bukit
bukit tak berpenghuni dan sepi
menuntun rasa takutku semakin jauh berjalan
oh cinta.. kejam nian kau

0 komentar:

Poskan Komentar